Thursday, 6 December 2012

PENGERTIAN, BIDANG, DAN FUNGSI AKUNTANSI
1. Pengertian Akuntansi
American Accounting Association mendefinisikan akuntansi sebagai proses ientiifikasi, pengukuran, dan komunikasi informasi ekonomi yang memungkinkan untuk pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan oleh para pemakai informasi akuntansi tersebut.
Pengertian akuntansi di atas menekankan pada sudut pemakai dan fungsinya, sudut proses kegiatannya, sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Definisi dari sudut pemakai,fungsi, dan tujuannya
Akuntansi diselenggarakan dalam suatu organisasi (biasanya berupa organisasi perusahaan) informassi akuntansi yang dihhasilkan adalah tentang organisassi.
Akuntansi merupakan aktifitas yang menyediakan informasi penting untuk penilaian jalannya jalanya perusahaan, sehingga memungkinkan pimpinan (manajemen) perusahaan atau pihak-pihak di luar perusahaan untuk membuat pertimbangan-pertimbangan dan mengambil keputusan ekonomi yang tepat.
Akuntansi menhasilkan informasi kuantitatif bersifat keuangan dari suat kesatuan usaha yang berkepentingan, informasi tersebut berwujud laporan keuangan yang meliputi:
 Posisi keuangan (Neraca)
 Kinerja keuangan (Laporan Laba-Rugi)
 Perubahan posisi keuangan(Laporan Arus Kas)
b. Definisi dari sudut proses kegiatan
Dipandang dari sudut kegiatannya (prosesnya), akuntansi adalah sutun proses yang meliputi identifikasi (penentuan), pengukuran, pencatatan dan penyampaian informasi ekonomi (pelaporan).
Akuntansi mempunyai kegiatan-kegiatan sebagi berikut:
 Mengidentifikasi dan mengukur aktivitas bisnis
Menyeleksi kejadian-kejadian yang dipertimbangkan menjadi bukti dari aktivitas bisnis yang relevan dengan suatu organisasi kegiatan bisnis → meliputi membeli, menjual, membayar, menerima uang.
 Mencatat kegiatan bisnis
Artinya mencatat kegiatan bisnis yang telah diidentifikasi secara kronologis dan sistematis. Termasuk dalam kegiatan pencatatan adalah kegiatan menggolongkan dan mengikhtisaran catatan.
 Mengkomunikasikan catatan-catatan
Artinya catatan tersebut kemudian diinformasikan keppada pihak-pihak yang berkepentingan, melalui laporan keuangan.
 Elemen penting dari komunikasi kegiatan bisnis meliputi: analisi dan interpretasi
Informasi ekonomi yang dihasilkan → ikhtisar data transaksi keuangan perusahaan. Dengan demikian sasaran (objek) kegiatan akuntansi adalah ialah transaksi yang bersifat finansial (keuangan), atau transaksi keuangan yang pengaruhnya dapat diukur dengan niai uang.
Dalam praktiknya, transaksi keuangan yang terjadi dalan suatu perusahaan agar menjadi informasi ekonomi yang sisp digunakan harus melalui tahap-tahap sebagi berikut:
a. Pencatatan (recording)
b. Penggolongan (classification)
c. Pengikhtisaran (summarizing)
d. Penyusunan laporan (reporting)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dipandang dari sudut prosesnya atau dalam arti sempit akuntansi adalah suatu proses yang meliputi: pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan transaksi keuangan perusahaan yang terjadi dalam suatu periode tertentu.

2. Bidang Spesialisasi Akuntansi
Perkembangn dunia usaha yang semakin psat mendorong munculnya berbagai masalah yang semakin kompleks yang menuntut penanganan-penanganan secara khusus. Berdasarkan hal tersebut muncul kekhususan pada bidang akuntansi, antaralain:
a. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keungan disebut juga denga akuntansi umum (General Accounting). Akuntansi keungan bertujuan untuk menyediakan laporan keuangan untuk kepentingan pihak intern maupun pihak ekstern perusahaan. Dengan demikian, proses akuntansi keuangan menyangkut kepentingan pihak umum sehingga dalam pelaksanaannya harus berpegang pada prinsip-prinsip akuntansi yang lazim dan standarakuntansi keuangan yang berlaku secar umum.
b. Akuntansi Biaya (Cost Accounting)
Sasaran kegitan Akuntansi Biaya adalah kegiatan-kegitan yang berhubungan dengan biaya,
terutama biaya-biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk jadi. Akuntansi Biaya bertujuan untuk menyediakan informasi biaya untuk pihak inern perusahaan (manajemen). Akuntansi biaya juga dapat memberikan informasi kepada pihak manajemen untuk mengetahui produk mana yang menguntungkan dan produk mana yang tidak menguntungkan.
c. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Akuntansi manajemen adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data histories dan data taksiran. Tujuan kegiatan akuntansi manajemen adalah menyediakan data yang diperlukan manajemen untuk menjalankan kegiatan sehari-hari dan penyusunan rencana kegiatan operasi di masa yang akan datang.
d. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing Accounting)
Akuntansi pemerikasaan adalah akuntansi yang berhubungan dengan kegiatan pemeriksaan catatan hasil kegiatan akuntansi perusahaan. Kegiatan akuntansi pemeriksaan lebih bersifat pengujian atsa kelayakan laporan keuangan. Pemeriksaan harus bersifat bebas (independent). Suatu laporan keuangan dinyatakan layak apabila sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang berlaku secara umum.
e. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Akuntansi perpajakan berhubungan denga penentuan objek pajak yang menjadi tanggungan perusahaan serta penghitungannya. Kegiatan akuntansi perpajakan dapat membantu manajemen dalam menentukan transaksi yang akan dilakukan, sehubungan dengan pertimbangan perpajakan.
f. Akuntansi Anggaran (Budgeting Accounting)
Akuntansi anggaran berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data operasi keungan yang sudak terjadi serta kemungkinan taksiran yang akan terjadi, untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode tertentu. Catatan-catatan tersebut merupakan alat Bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.
g. Akuntansi Pemerintahan (Governtment Accounting)
Akuntansi pemerintahan adalah bidang akuntansi yang kegiatannya berhunungan dengan masalah pemeriksaan keuangan Negara, sering disebut dengan istilah administrasi keuangan negara.

PROFESI DALAM AKUNTANSI
Pentingnya informasi yang dihasilkan akuntansi dan munculnya berbagai masalah dalam bidang akuntansi mendorong profesionalisme jabatan dalam akuntansi. Akuntan termasuk dalam kelompok profesi sebagaimana dokter, pengacara, dan apoteker. Dipandang dari sudut pekerjaanya, akuntan dapat dibedakan menjadi:
1. Akuntan privat atau akuntan intern
Akuntan privat atau akuntan intern adalah akuntan yang bekerja pada suatu perusahaan dan merupakan karyawan perusahaan tersebut. Jasa-jasa yang diberikan oleh akuntan privat meliputi:
a) Penyusunan Sistem Pengawasan Manajemen (SPM), yaitu sistem yang dirancang untuk memberi motivasi kepada manajer pelaksana untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh manajemen tingkat atas.
b) Akuntansi keuangan, yaitu proses akuntansi yang berhubungan dengan siklus akuntansi transaksi keuangan, sejak pencatatan hingga penyusunan laporan keuangan dan mengkomunikasikannya dengan pengambil keputusan.
c) Akuntansi biaya, proses akuntansi yang memantau , memilih, dan memproses data biayaterutama pada perusahaan manufaktur.
d) Internal auditing, yaitu mengevaluasi dan menginvestigasi secara nkhusus dan sistematis sistem akuntansi perusahaan.
e) Penganggaran, yaitu proses menetapkan rencana aktivitas perusahaan secara menyeluruh yang akan dilaksanakan perusahaan dimasa mendatang.

2. Akuntan publik
Akuntan publik adalah akuntan yang bergerak dalam bidang akuntan publik, yaitu menyerahkan jasa akuntansi untuk organisasi bisnis dan atas jasa tersebut akuntan public memperoleh kontra prestasi yang disebut sebagi fee. Jasa-jasa yang diberikan oleh akuntan publik antaralain:
a) Audit laporan keuangan (financial statement audit)
b) Konsultasi manajemen. Jasa konsultasi manajemen meliputi penyusunan sistem akuntansi, penyusunan sistem akuntansi biaya (cost accounting system), business forecasting, dan konsultasi perpajakan.
3. Akuntan pemerintah
Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan Negara, bank-bank pemerintah, Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Pengawas Keuangan, dan sebagainya. Akuntan pemerintah dibutuhkan tenaganya untuk pengawasan anggaran Negara, pengawasan perminyakan, pengawasan intern, perencanaan dan pengawasan keuangan daerah, dan lain sebagainya.
4. Akuntan pendidik
Seiring denga perkembangan perekonomian yang pesat, maka dibutuhkan akuntan yang semakin banyak pula. Dalam konteks permasalahan inilah pendidikan tenaga akuntansi sangat relevan dan dibutuhkan. Perguruan tinggi membutuhkan tenaga akuntan pendidik untuk mencetak akuntan-akuntan baru yang professional. Disamping mengajar, akuntan pendidik ini melakukan pengabdian masyarakat dan melakukan penelitian di bidang akuntansi.

PENGGUNA INFORMASI AKUNTANSI
Informasi akuntansi adalah data transaksi keuangan untuk suatu periode tertentu yang diikhtisarkan dalam bentuk laporan keuangan (financial statement). Pihak-pihak yang berkepentingan terjhadap informasi akuntansi serta kegunaannya bagi pihak bersangkutan tersebut antaralain:
1. Pimpinan perusahaan (manajemen)
Laporan keuangan bagi pihak manajemen perusahaan berfungsi sebagai berikut:
1) Bukti pertanggungjawaban terhadap pemilik
2) Alat penilaian atas operasi perusahaan
3) Alat untuk mengukur tingkat biaya kegiatan usaha ynag dilakukan perusahaan
4) Alat pembuatan pertimbangan untuk pembuatan rencana perusahaan di masa yang akan datang.
2. Pemilik perusahaan
Laporan keuangan bagi pemilik berfungsi untuk:
5) Alat penilaian hasil yang telah dicapai oleh pemimpin perusahaan
6) Dasar penentuan taksiran keuntungan dan taksiran perkembangn saham yang dimilikinya (perusahaan perseroan/PT).
3. Kreditor dan calon kreditor
Laporan keuangan digunakan oleh kreditor sebagai dasar untuk pembuatan pertimbangan dan keputusan dalam pemberian kredit. Dalam hal ini digunakan untuk mengetahui kredibilitas perusahaan.
4. Investor dan calon investor
Investor maupun calon investor menggunakan laporan keuangan sebagai dasar penentuan pilihan yang menguntungkan dalam melakukan investasi. Hal tersebut dikarenakan kemampuan suatu perusahaan untuk memperoleh keuntungan dan untuk mempertahankan stabilitas usahanya dapat dilihat dari hasil analisis laporan keuangannya.
5. Instansi pemerintah
Badan-badan pemerintah seperti Badan Pelayanan Pajak atau badan pengembangan pasar modal (Bapepam), membutuhkan informasi-informasi keuangan dari perusahaan-perusahaan wajib pajak atau perusahaan yang menjual sahamnya melalui pasar modal. Informasi akuntansi merupakan sumber utama bagi badan pemerintah untuk dapat menetapkan pajak perusahaan atau mengawasi perusahaan.
6. Karyawan
Laporan keuangan perusahaan bagi karyawan berfungsi untuk:
1) Untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaann tempat mereka bekerja
2) Untuk menilai perkembangan serta prospek perusahaan tempat mereka bekerja
3) Sebagai dasar penilaian tingkat kelayakan bonus yang diterimaoleh karyawan disbanding dengan keuntungan yang diperoleh perusahaan.

PRINSIP-PRINSI AKUNTANSI
Akuntansi adalah suatu proses penentuan, pengukuran, dan komunikasi informasi ekonomi. Prinsip-prinsip akuntansi merupakan konsep dasar atau berupa anggaran dasar yang digunakan sebagai pedoman dalam penetuan dan pengukuran nilai dalam pelaksanaan kegiatan akuntansi. Prinsip-prinsip akuntansi yang lazimdan berlaku umumantaralain sebagai berikut:
1. Kesatuan akuntansi
Kesatuan usaha akuntansi adalah suatu organisasi atau bagian dari organisasi yang berdiri sendiri, terpisah dari organisasi atau individu lain. Artinya ada pemisahan antara kekayaan (aktiva) perusahaan dengan kekayaan pribadi pemiliknya atau dengan aktiva perusahaan lain. Demikian juga dengan kewajiban (hutang), kewajiban perusahaan dan kewajiban pemiliknya tentu saja terpisah sehingga terdapat pemisahan tanggung jawab keuangan.
2. Kesinambungan
Suatu perusahaan didirika untu jangka waktu yang tidak terbatas , artinya dalan kondisi yang normal perusahaan tidak dimaksudka untuk dibubarkan.
3. Periode akuntansi
Jangaka waktu perusahaan menjalankan usahanya tentu saja dibagi menjadi periode-periode akuntansi. Dengan demikian proses akuntansi akan mengahasilak laporan keuangan periodik dalam satu tahun. Sehingga pihak-pihak yang membutuhkan informasi dari laporan keuangan tersebut dapat segera mengambil keputusan.
4. Pengukuran dalam nilai uang
Uang sebagi alat pertukaran yang universal dalam perekonomian. Oleh sebab itu, akuntansi menggunakan nilai uang sebagai alat pengukur nilai aktiva dan kewajiban serta perubahannya. Prinsip pengukuran denga nilai uang memungkinkan diperoleh dasar penafsiran yang samadari para pemakai informasi ekonomi dari laporan keuangan.
5. Harga pertukaran
Akuntansi menganggap bahwa harga yang ditentuka secar objektif oleh pihak-pihak yang terkait dengan transaksi dan didukung oleh bukti-bukti yang telah diperiksa keabsahannyaadalah harga pertukaran saat terjadi transaksi. Oleh karena itu, transaksi keuangan harus dicatat sebesar harga pertukaran yaitu jumlah uang yang diterima dan dibayarkan untuk transaksi yang bersangkutan.
6. Penetapan beban dan penghasilan
Penetuan laba dilakukan secara periodic dengan menggunakan data waktu atas dasar waktu atau dasar akrual (accrual basic). Artinyan dalam penetapan penghasilan maupun beban tidak hanya berdasarkan jumalah penerimaan dan jumlah pengeluaran uang (kas), tetapi juga didasarkan pada lewatnya waktu yang terkait dengan pengeluaran dan penerimaan uang. Penghasilan diakui pada saat transaksi pertukaran telah terjadi (prinsip realisasi). Pengakuan beban dihubungkan baik secara langsung ataupun secra tidak langsung dengan penghasilan yang diperoleh (diakui) dalam suatu periode.


ORGANISASI-ORGANISASI PERUSAHAAN
1. Badan Usaha
Walaupun asumsi kesatuan ekonomi dapat diterapkan setiap unit pertanggungjawaban, pembahasan akuntansi pada umumnya menitikberatkan pada organisasi-organisasi perusahaan perusahaan (badan usaha), seperti: Badan Usaha Perseorangan, Persekutuan (Firma, CV), Perseroan Terbatas (PT).
a. Badan usaha perseorangan
Adalah badan usaha yang dimiliki oleh seorang pemilik. Pemilik pada umumnya sebagai pemimpin, manajer, dan mengoperasikan usahanya.
b. Persekutuan (Firma, CV)
Adalah badan usaha yang dimiliki oleh dua orang atau lebih menurut suatu perjanjian tertentu diantara mereka. Pada saat persekutuan ini didirikan perjanjian dibuat diantara anggota yang menyepakati tentang investasi masing-masing, tugasmasing-masing, pembagian laba dan sebagainya.
c. Perseroan Terbatas PT)
Adalah badan hukum terpisah dan pemiliknya dibagi dalam saham-saham. Pemilik badan usaha adalah pemegang saham badan usaha tersebut yang bebas mentransfer kepemilikannya dengan menjual sahamnya sebagian atau seluruhnya setiap saat. Setiap pemegang saham adalah pemilik perusahaan yang tanggung jawabnya terbatassebesar saham yang dimilikinya. Ini berarti pemegang saham secara pribadi tidak bertanggung jawab penuh atas seluruh utang perusahaan, melainkan hanya terbatas pada penyertaannnya dalam perusahaantersebut.
2. Jenis-jenis Perusahaan
a. Perusahaan Jasa
Adalah perusahaan yang melayani konsumennya dengan menyediakan jasa (benda yang tak berwujud). Misal:salon, bengkel, penjahi, dan sebaginya.
b. Perusahaan Dagang
Adalah perusahaan yang kegiatannya membeli barang jadi dan menjualnya kembali tanpa mengolahnya kembali, seperti toko, supermarket, dealer dan lain-lain.
c. Perusahaan Industri
Adalah perusahaan yang kegiatannya mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan kemudian menjualnya, seperti pabrik sepatu, pabrik tekstil, pabrik rokok, dan sebagainya.

Sumber-sumber:
Somantri, Hendi. 1994. Dasar-dasar Akuntansi. Surabaya: Institut Dagang Mochtar.
Jusup, Haryono. 2003. Dasar-dasar Akuntansi Jilid 1. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN.
Mochtar, ZA. Dasar-dasar Akuntansi Jilid I. Surabaya: Institut Dagang Mochtar.
Modul Mengerjakan Konsep Double Entry Recordy dan Menyusun Laporan Keuangan PPPG Pertanian. 2001.
Reef, Warren. 2006. Accounting Pengantar Akuntansi. Jakarta: salemba Empat.
Rudjadi dan Syamsir Rambe, Sumardi, Suyoto. 1994. Prinsip-prinsip Akuntansi. Bandung:Penerbit Angkasa.
Soemarso dan Amin Abadi Jusuf. Akuntansi untuk SMTA Buku I. 1990. Jakarta: Salemba Empat.
Suyoto dan Moelyati. 1999. Akuntansi Keuangan Jilid I. Bandung:Titian Ilmu.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment